137 Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Guru PAI Batch 2 LPTK UIN Jakarta Ikuti Orientasi Akademik
137 Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Guru PAI Batch 2 LPTK UIN Jakarta Ikuti Orientasi Akademik

Gedung FITK, BERITA FITK Online – 137 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Orientasi Akademik secara daring pada Rabu, (13/7/2022) melalui platform zoom meeting. Pada batch 2 itu mahasiswa PPG berasal dari daerah Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, dan sebagian dari DKI Jakarta.

Pada kegiatan tersebut mahasiswa dibekali informasi mengenai proses perkuliahan PPG, mulai dari aplikasi yang digunakan sampai modul yang akan dipelajari mereka selama tiga bulan ke depan. Selain itu, disampaikan juga motivasi pembelajaran, mekanisme kerja PPG, dan pengenalan Learning Management System (LMS).

Hadir dalam acara tersebut Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Kadir, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Abdul Muin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja sama, Dr. Khalimi, M.Ag,, Kaprodi PPG, Dr. Zaenul Slam, M.Pd., Sekprodi PPG, Dr. Nengsih Juanengsih, M.Pd., Subbag Koordinator Akademik, Asep Saprudin, S.Pd., dan Operator PPG, Afif Ahmad Faisal, S.T., M.M.

Dalam sambutan dan pembekalannya, Sururin menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) PAI batch 2 2022.

“Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan kami di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bapak/ibu masuk ke dalam batch 2 semoga tidak kalah semangat meski masuk agak terlambat mengikuti proses orientasi akademik ini. Karena memang dari Direktorat PAI menyampaikan peserta kepada kami sedikit terlambat,” terang Sururin.

“Kami sangat berharap dari Bapak/ibu semua untuk bisa mengikuti proses PPG ini mulai dari orienatasi, perkuliahan, uian sampai dengan pengukuhan nanti. Kesemuanya itu akan kita lakukan secara online, kecuali nanti saat pengukuhan,” sambungnya.

“Bapak/Ibu yang kami hormati, tahun 2021 memeberikan kami pengalaman yang baik karena tingkat kelulusan untuk guru PAI termasuk tinggi yaitu sekitar 96%. Sementara yang tidak lulus dikarenakan m ahasiswa yang kurang serius dalam mengikuti seluruh kegiatan PPG itu,” jelas Sururin

Selanjutnya, Sururin menyampaikan harapannya mengenai peningkatan jumlah lulusan PPG LPTK UIN Jakarta. “Kami sangat berharap saudara semua bisa belajar dengan baik, belajar dan bersama, karena kami berharap di pelaksanaan PPG tahun ini ada peningkatan jumlah lulusan. Sekedar informasi, tahun 2021 mahasiswa PPG yang berhasil lulus rata-rata 98%, mudah-mudahan tahun 2022 prosentase kelulusan akan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Berikutnya acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Prodi PPG, Dr. Zaenul Slam, M.Pd. Ia menyampaikan dasar dan tujuan diselenggarakannya PPG.

“Merujuk undang-undang guru nomor 14 tahun 2005 bahwa guru adalah pendidik profesional yang mendapat tugas dan fungsi. Tugas dan fungsi guru adalah mendidik, mengajar, melatih, dan membimbing di pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah,” ucap Zaenul Slam dalam laporannya.

“Kegiatan PPG ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Bapak/Ibu semua. Cara pemanfaatannya adalah dengan mengikuti seluruh rangkaian PPG dengan baik dan komitmen secara bersama-sama. Selama tiga bulan ke depan Bapak/Ibu akan mendapatkan beberapa kegiatan di anataranya pengayaan, pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, review perangkat pembelajaran, Uji Komprehensif PPL 1 dan 2, dan reviewnya dilanjutkan dengan Ukin (Uji Kinerja) dan terakhir adalah Uji Pengetahuan (UP),” pungkas Bapak kelahiran Majalengka, Jawa Barat itu.

Senada dengan yang disampaikan narasumber sebelumnya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Kadir, M.Pd., menjelaskan bahwa program PPG ini butuh keseriusan, kerja sama dari semua pihak terutama mahasiswa dan LPTK sebagai penyelenggara.

“Bapak/Ibu sekarang mengikuti pendidikan level 7 memang harus memiliki energi dan motivasi yang besar dan kuat karena kita akan naik tingkat dari level 6 ke guru profesinal menjadi level 7. Jika Bapak/Ibu main-main dan tidak serius saya yakin nanti akan menemukan kesulitan-kesulitan,” terangnya.

“Tujuan PPG ini adalah mempersiapkan pendidik agar menguasai kompetensi keguruan secara utuh. Kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Guru itu pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan, membina, dan mengevaluasi agar anak didik mencapai tujuan pendidikan. Untuk bisa mendidik seperti itu, seorang guru harus memiliki tiga hal yaitu sertifikat pendidik, kualifikasi akademik, dan kompetensi. Saya kira untuk kualifikasi dan kompetensi bapak/ibu sudah memiliki, tinggal sertifikat pendidik yang sedang diperjuangkan. Nah, di sinilah peran kami sebagai LPTK yang ditunjuk oleh Kemenag sebagai penyelenggara PPG, karena pintu mendapatkan sertifikat pendidik itu menurut regulasi pemerintah hanya melalui PPG yang dilaksanakan LPTK, “tutup Daeng sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekretaris PPG Dr. Nengsih Juanengsih, M.Pd. menyampaikan mekanisme pelaksanaan PPG Daljab 2022.

“Sebagai informasi, di angkatan kedua PAI ini ada 113 orang dari Sulawesi Tengah, 18 orang dari Bangka Belitung, dan ada 6 orang dari DKI Jakarta. Jadi, berasal dari 3 provinsi dan 82% dari Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Buol,” ujar Nengsih.

“Bapak/Ibu, menurut KMA 745, bobot belajar mahasiswa PPG sebanyak 36 sks, RPL 24 sks dan materi PPG Daljab 12 sks. RPL 24 sks itu terbagi dalam Pengakuan Kompetensi Profesional 12 sks dan Pengakuan Kompetensi Pedagogik 12 sks. Sementara materi PPG Daljab 12 sks terdiri dari Pendalaman materi 5 sks, Pengembangan perangkat pembelajaran 3 sks, dan PPL 4 sks,” terang Nengsih. (MusAm)