Diskusi Dosen & Mahasiswa MPAI: Bedah Buku Teori-Teori Pendidikan Islam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah
Diskusi Dosen & Mahasiswa MPAI: Bedah Buku Teori-Teori Pendidikan Islam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah

Gedung FITK, BERITA FITK Online––Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku: Teori-Teori Pendidikan Islam Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, pada Kamis (29/10/2026), pukul 13.30–16.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Ruang S3 PAI, Lantai 2 Gedung FITK UIN Jakarta ini menjadi forum akademik untuk mengkaji pemikiran pendidikan Islam klasik sekaligus mendiskusikan relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam kontemporer.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed., dosen Magister Pendidikan Agama Islam UIN Jakarta sekaligus penulis buku, sebagai pemateri. Diskusi akademik menghadirkan Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag. sebagai pembahas dan dipandu oleh Dr. Abdul Mukti Rouf, M.A. selaku moderator. Turut hadir Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag., Sekretaris Program Studi MPAI, Toto Edidarmo, M.A., serta Prof. Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag., Ketua Program Studi Doktor (S3) PAI UIN Jakarta, bersama sejumlah dosen dan mahasiswa Magister PAI.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag., menyampaikan pengantar kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya forum akademik seperti bedah buku sebagai ruang pengembangan tradisi intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan karya ilmiah, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan, kritik, dan refleksi akademik bagi dosen maupun mahasiswa.

Memasuki sesi pemaparan, Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed. menjelaskan proses panjang dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyusunan buku tersebut. Ia turut menguraikan alasan akademik yang melatarbelakangi pemilihan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah sebagai tokoh yang dikaji, termasuk latar belakang kehidupan dan perjalanan intelektualnya serta kontribusinya dalam khazanah pemikiran Islam.
Lebih lanjut, penulis memaparkan berbagai pemikiran pendidikan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang menjadi pokok pembahasan dalam buku. Kajian tersebut mencakup konsep dan tujuan pendidikan Islam, filsafat pendidikan, kurikulum dan metode pembelajaran, serta teori dan konsep guru dan murid. Pemikiran-pemikiran tersebut kemudian dihubungkan dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan Islam kontemporer, sehingga khazanah keilmuan klasik dapat dikaji kembali sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan praktik pendidikan Islam masa kini.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag. selaku pembahas. Dalam ulasannya, ia memberikan apresiasi terhadap karya yang telah dihasilkan sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis dan masukan konstruktif untuk memperkaya kualitas akademik buku tersebut. Pembahasan tidak hanya berfokus pada substansi pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, tetapi juga membuka ruang peninjauan terhadap kedalaman kajian dan kontribusinya bagi pengembangan keilmuan pendidikan Islam.
Diskusi semakin menarik dengan keterlibatan dosen-dosen MPAI yang turut memberikan tanggapan, komentar, serta tinjauan kritis terhadap berbagai pembahasan dalam buku. Keterlibatan para akademisi tersebut menjadikan kegiatan bedah buku berlangsung secara dialogis dan memperkaya perspektif dalam memahami pemikiran pendidikan Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
Setelah sesi pemaparan dan pembahasan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta. Sejumlah pertanyaan menarik mengemuka, di antaranya mengenai apakah terdapat gagasan atau teori pendidikan yang dapat diidentifikasi dari pemikiran Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, bagaimana pendekatan penelitian yang tepat dalam mengkaji seorang tokoh beserta karya-karyanya, serta pendekatan pendidikan seperti apa yang dikembangkan Ibnu Qayyim dalam pemikiran pendidikannya.
Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan ketertarikan peserta untuk tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga menggali lebih jauh metodologi penelitian pemikiran tokoh dan kemungkinan pengembangan teori pendidikan Islam berdasarkan khazanah intelektual klasik. Sesi diskusi ini sekaligus menjadi ruang pertukaran perspektif antara penulis, pembahas, dosen, dan mahasiswa dalam memperdalam kajian pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister PAI FITK UIN Jakarta berupaya memperkuat tradisi akademik melalui budaya membaca, menulis, mengkaji, dan mengkritisi karya ilmiah. Bedah buku ini diharapkan menjadi pengantar bagi dosen dan mahasiswa untuk mengenal lebih mendalam teori-teori pendidikan Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah serta memahami relevansinya dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan Islam kontemporer.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan doa bersama. Melalui forum akademik ini, diharapkan lahir semangat untuk terus mengembangkan kajian pendidikan Islam yang berakar pada khazanah keilmuan klasik, sekaligus responsif terhadap dinamika dan tantangan pendidikan masa kini. (Red. LR, MPAI)