Dongkrak Pemahaman Fiqih Haji Lewat Teknologi 3D, Mahasiswa PAI Ini Lulus Munaqosah dengan Inovasi Augmented Reality
Dongkrak Pemahaman Fiqih Haji Lewat Teknologi 3D, Mahasiswa PAI Ini Lulus Munaqosah dengan Inovasi Augmented Reality

Gedung FITK, BERITA FITK Online — Lembayung Lumintang, seorang Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, di bawah bimbingan Dr. Yudhi Munadi, M.Ag., berhasil mempertahankan skripsinya dalam sidang munaqosah yang diselenggarakan di ruang sidang fakultas pada Selasa (7/7/2026) pukul 14.00-15.00 WIB.
Skripsinya yang berjudul “PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY PADA PLATFORM ASSEMBLR EDU TERHADAP PENINGKATAN KOGNITIF MATERI HAJI DAN UMRAH KELAS VIII MTSN 2 JAKARTA” dinyatakan layak setelah melalui proses ujian ilmiah yang dihadiri oleh Drs. Rusdi, M.Ag selaku Ketua Penguji, serta Dr. Ainurrafiq, M.Ag dan M. Hafiz, S.Pd., M.Pd. selaku dewan penguji, serta peserta sidang.

Dalam persidangan tersebut, Lembayung menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi tiga dimensi (3D) dalam pembelajaran agama sangat krusial di era digital.
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Fiqih materi haji dan umrah di MTsN 2 Jakarta, sehingga pemahaman kognitif peserta didik belum optimal," ujarnya.
Lembayung juga menambahkan bahwa penerapan metode quasi experiment dengan platform Assemblr Edu terbukti membawa dampak signifikan pada nilai siswa.
"Hasil uji N-Gain Score menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan Augmented Reality memperoleh nilai rata-rata sebesar 72,06% dengan kategori cukup efektif, jauh mengungguli kelas kontrol yang hanya mencapai 52,31% dalam kategori kurang efektif," pungkas Lembayung

Sidang munaqosyah berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan, masukan, dan saran dari dewan penguji terkait penguatan analisis, metodologi penelitian, serta implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam. Setelah melalui proses ujian dan musyawarah dewan penguji, Lembayung dinyatakan lulus dan berhasil mempertahankan skripsinya dengan sejumlah perbaikan minor sesuai masukan yang diberikan.
Melalui penelitian tersebut, diharapkan visualisasi konkret melalui teknologi Augmented Reality pada materi ibadah haji dan umrah di MTsN 2 Jakarta dapat menjadi inspirasi dalam membangun inovasi pembelajaran bagi pendidik maupun madrasah lainnya. Temuan penelitian ini juga memperkuat bahwa media pembelajaran berbasis teknologi modern dapat menjadi instrumen edukatif yang efektif dalam menumbuhkan pemahaman kognitif, motivasi belajar, serta hasil belajar yang optimal sebagai implementasi nilai-nilai dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (re. PAI)