FITK Gelar Halalbihalal Virtual
Gedung FITK, BERITA FITK Online- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Halalbihalal Virtual 2021 pada hari Selasa (18/5/2021). Acara dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Hj Amany Lubis MA, Dekan FITK Dr Sururin MAg, Para Wakil Rektor, para Wadek, para guru besar, para dosen, para kasubag, dan para pegawai beserta sejumlah mahasiswa yang berjumlah lebih kurang 170 orang.
Dalam sambutannya sebagai dekan, Sururin menyampaikan alasannya kenapa FITK menggelar acara halalbihalal secara virtual. “Bapak/Ibu sekalian, acara halalbihalal ini dirancang sedemikian rupa karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, maka kami menyelenggarakan halalbihalal secara virtual. Ini sebagai upaya kita untuk tetap bisa menjalin silaturahim, saling bertatap muka, saling bermaaf-maafan walaupun secara virtual,” jelasnya.
Selanjutnya, Sururin menyampaikan permohonan maafnya sebagai pribadi maupun sebagai pimpinan fakultas.
“Saya atas nama pribadi dan pimpinan fakultas menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada Bapak/Ibu dosen, seluruh karyawan FITK apabila dalam tutur kata kami, tindakan kami, dalam pelayanan kami kepada Bapak/Ibu semua, kepada para mahasiswa dan juga alumni jika ada yang kurang berkenan di dalam hati sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kita keluarkan semua energi negatif dan kita isi dengan energi positif. Insyaallah kita akan membangun suasana lebih baik lagi, lebih produktif lagi dalam bekerja dalam menghasilkan karya-karya dan melayani Bapak/Ibu semua,” ucap Sururin.
Sementara itu dalam tausiahnya, Thib Raya menyampaikan hikmah dan tujuan dilaksanakannya tradisi halalbihalal. “tradisi halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi baik tapi juga di dalamnya terkandung makna yang luas dan dalam serta kaitannya dengan silaturahim dan dalam kaitannya dengan menjaga hubungan baik di antara kita,” tuturnya.
Menurut Guru Besar Bahasa Arab ini, Ramadan adalah sarana latihan dalam rangka melatih empat kecerdasan fitrah manusia.
”Ibadah Ramadan adalah sarana latihan ibadah tahunan dalam rangka mengasah kecerdasan spiritual, mengasah kecerdasan intelektual, mengasah kecerdasan emosional, dan mengasah kecerdasan sosial,”
Thib Raya juga menjelaskan makna halalbihalal secara hakiki. “Halalbihalal secara hakiki dalam pemahaman saya adalah upaya yang dilakukan oleh orang beriman dalam rangka menjaga keseimbangan kepada Tuhan dan menjaga keseimbangan kita dengan sesama, dan dalam rangka menjaga kebahagiaan dengan sesama manusia,” sambungnya.
Kemudian Thib Raya menyampaikan tiga pandangan hidupnya dan yang selama ini ia coba amalkan.
Tiga Pandangan hidup Ahmad Thib Raya:


(MusAm)
- Prinsip hidup: Iman dan Taqwa
- Perilaku hidup: Beramal shaleh
- Etika hidup: Berakhlak mulia
- Jangan suuzan dengan orang lain;
- Jangan pernah iri kepada orang lain;
- Jangan pernah sombong/takabur kepada orang lain;
- Jangan pernah marah kepada orang lain;
- Jangan pernah berbohong kepada orang lain;
- Jangan pelit kepada sesama;
- Jangan suka pamer (kemewahan) kepada orang lain.
- Muda menghormati yang lebih tua;
- Tua menyayangi yang lebih muda;
- Bawahan menghormati atasan;
- Atasan menyayangi bawahan;
- Saling memberi dan melayani.


(MusAm)
