FITK Matangkan Strategi Unggul dan Internasionalisasi pada Rapat Dosen dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026
FITK Matangkan Strategi Unggul dan Internasionalisasi pada Rapat Dosen dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026

rapat akademik

 

FITK Matangkan Strategi Unggul dan Internasionalisasi pada Rapat Dosen dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026

Gedung FITK, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Rapat Dosen dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Ruang Theater lantai III (26/02). Rapat ini menjadi momentum konsolidasi akademik, penguatan tata kelola, serta akselerasi capaian strategis fakultas menuju standar unggul dan internasionalisasi.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan fakultas, para guru besar, ketua dan sekretaris program studi, dosen, serta tenaga kependidikan ini menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu layanan akademik, produktivitas riset, serta daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Komitmen Menuju Seluruh Prodi Unggul

Dalam sambutannya, Dekan FITK, Siti Nurul Azkiyah, menegaskan target besar fakultas agar seluruh program studi meraih predikat Unggul sebelum akhir masa kepemimpinan periode berjalan.

“Kita ingin sebelum masa jabatan ini berakhir, seluruh prodi di FITK sudah unggul. Ini bukan sekadar status, tetapi tonggak penting untuk memastikan layanan akademik yang semakin bermutu dan terpercaya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi delapan program studi yang telah meraih predikat unggul, dengan skor tertinggi diraih oleh Manajemen Pendidikan (MP) sebesar 388. Selain itu, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dinobatkan sebagai prodi terbaik pada Rapat Kerja Tim sebelumnya berdasarkan berbagai indikator kinerja.

Dekan turut menyampaikan apresiasi atas capaian Jurnal Tarbiyah yang berhasil naik peringkat dari Sinta 2 menjadi Sinta 1. Menurutnya, peningkatan kualitas jurnal menjadi bagian penting dalam memperkuat reputasi akademik fakultas.

“Kenaikan peringkat jurnal ini adalah hasil kerja kolektif. Kita harus terus kawal agar jurnal-jurnal kita dapat menembus indeksasi internasional seperti Scopus,” ujarnya.

Penguatan IKU dan Produktivitas Akademik

Wakil Dekan Bidang Akademik Yanti Herlanti memaparkan capaian IKU 2025, termasuk publikasi mahasiswa sebesar 42,32% dan kelulusan tepat waktu mencapai 88,69%. Namun, peningkatan publikasi internasional dan sitasi masih menjadi pekerjaan rumah. Dalam konteks ini, Dekan kembali mengingatkan pentingnya budaya riset berbasis kolaborasi.

“Capaian IKU bukan hanya angka, tetapi cerminan kerja ilmiah kita. Produktivitas penelitian, publikasi, dan pengabdian harus terus kita tingkatkan sebagai warisan akademik yang kuat,” tambahnya.

Upaya peningkatan sitasi juga dikaitkan dengan target universitas untuk masuk dalam pemeringkatan global seperti Times Higher Education, yang menuntut penguatan reputasi riset dan dampak ilmiah.

Penguatan Tata Kelola dan Sarana Prasarana

Di bidang administrasi umum, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Yudhi Munadi, menekankan pentingnya strategi efisiensi dan percepatan realisasi anggaran, khususnya dalam penguatan sarana prasarana.

“Strategi kami adalah mempercepat realisasi anggaran yang berisiko terdampak efisiensi, terutama BOPTN. Jika kegiatan akademik sudah terpenuhi, maka prioritas kita arahkan untuk penguatan sarana prasarana agar layanan kepada mahasiswa semakin optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pada 2026, hampir 48% anggaran fakultas dialokasikan untuk pengembangan sarana prasarana, termasuk renovasi ruang microteaching, penambahan Smart TV dan AC, penguatan ruang podcast, serta revitalisasi ruang kelas.

“Kita ingin memastikan bahwa fasilitas pembelajaran di FITK mencerminkan kualitas akademik yang kita bangun. Mahasiswa harus merasakan kenyamanan dan dukungan penuh dari lingkungan belajarnya,” tegasnya.

Layanan Administrasi dan Penguatan Sistem

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha FITK, Imam Thobroni, menegaskan komitmen unit tata usaha dalam mendukung transformasi layanan akademik dan administrasi.

“Sarana prasarana bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal sistem layanan. Kami berupaya memastikan seluruh fasilitas dan sistem akademik berjalan optimal agar mendukung proses pembelajaran yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa optimalisasi platform e-Semesta akan menjadi langkah penting menuju sistem paperless dan monitoring perkuliahan berbasis data.

“Dengan e-Semesta, mulai dari RPS, jurnal perkuliahan, hingga presensi mahasiswa dapat dipantau secara sistematis. Ini bagian dari penguatan tata kelola berbasis data dan bukti,” tambahnya.

Selain itu, FITK juga tengah mengupayakan penguatan manajemen mutu melalui standar ISO guna memperkuat kesiapan akreditasi dan audit internal.

Internasionalisasi dan Mobilitas Mahasiswa

Di bidang kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni, Salamah Agung mempertegas bahwa FITK terus memperluas jejaring internasional melalui program student mobility ke berbagai negara, termasuk Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Australia, dan Arab Saudi.

Program Tarbiyah Global Talent juga diperkuat sebagai upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi bahasa Inggris, wawasan sekolah internasional, serta kesiapan karier global.

“Kita ingin lulusan FITK tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga percaya diri dan siap bersaing di level nasional maupun internasional,” ungkap Dekan.

Menuju FITK yang Unggul dan Berdampak

Rapat dosen ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi menyongsong semester genap dengan semangat baru. Dengan penguatan akreditasi, internasionalisasi, riset bereputasi, serta pembenahan sarana prasarana, FITK meneguhkan komitmennya sebagai fakultas pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global.

Sebagaimana ditegaskan oleh Dekan FITK, “Kita ingin meninggalkan legacy yang kuat—prodi unggul, jurnal bereputasi, tata kelola profesional, dan lulusan yang membanggakan. Semua itu hanya bisa terwujud melalui kerja kolektif dan komitmen bersama.” Semangat kolaboratif inilah yang menjadi fondasi FITK dalam melangkah menuju masa depan pendidikan yang lebih unggul dan berdampak luas. (AM)