FITK UIN Jakarta Evaluasi Pelaksanaan PPG Batch 3 dan 4 Tahun 2025
FITK UIN Jakarta Evaluasi Pelaksanaan PPG Batch 3 dan 4 Tahun 2025

FITK UIN Jakarta Evaluasi Pelaksanaan PPG Batch 3 dan 4 Tahun 2025

Tangerang Selatan, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat kualitas penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan PPG Batch 3 dan Batch 4 Tahun 2025.

Evaluasi PPG FITK2

Kegiatan evaluasi yang berlangsung di Hotel Aston Bintaro, Senin (25/5/2026), menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pimpinan fakultas, pengelola PPG, dosen, guru pamong, mahasiswa PPG, hingga perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kantor Kementerian Agama daerah.

Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan PPG sekaligus memperkuat strategi pengembangan kualitas guru profesional di Indonesia.

Dekan FITK

Dalam sambutannya, Dekan FITK UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, menegaskan bahwa evaluasi PPG tidak hanya berorientasi pada kelulusan administrasi, tetapi juga pada penguatan mutu dan karakter guru.

“Kegiatan evaluasi ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan PPG, sehingga kualitas guru yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab tantangan pendidikan nasional,” ujarnya.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Banten, Badussalam, menyampaikan apresiasi atas kontribusi FITK UIN Jakarta dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui program PPG.

Menurutnya, transformasi tata kelola pendidikan profesi guru perlu terus diperkuat melalui digitalisasi sistem, penjaminan mutu, dan penguatan kompetensi guru.

“Program PPG bertujuan mencetak guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian. Ini menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Bodhi Atarva Thamaswara, memaparkan capaian pelaksanaan PPG guru PAI di DKI Jakarta sepanjang tahun 2025.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 3.125 guru PAI ditargetkan mengikuti program PPG, dengan tingkat kelulusan yang sangat tinggi.

“Alhamdulillah pelaksanaan PPG Batch 3 dan 4 berjalan baik. Ini merupakan hasil kerja sama antara UIN Jakarta, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kemampuan teknologi dan komunikasi bagi guru di tengah transformasi digital pendidikan.

“Ke depan, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi dan sistem pembelajaran digital yang terus berkembang,” tambahnya.

Dalam sesi evaluasi berikutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, menekankan bahwa profesionalisme guru tidak cukup hanya diukur dari aspek administratif dan kelulusan sertifikasi.

Menurutnya, guru juga harus mampu menghadirkan keteladanan, integritas, dan kompetensi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru profesional bukan sekadar pemilik sertifikat pendidik, tetapi juga pemilik keteladanan. Ketika guru kehilangan jati dirinya, maka pendidikan kehilangan ruhnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi kepribadian dan sosial guru perlu menjadi perhatian penting dalam pengembangan kurikulum dan sistem pembinaan PPG.

“Guru tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu membangun relasi kemanusiaan dan menjadi teladan bagi peserta didik,” lanjutnya.

Kegiatan evaluasi juga menghadirkan praktisi pengembangan diri dan pendidikan, Risma Winia, yang memaparkan pentingnya penguatan kesadaran diri (self awareness) dan kecerdasan emosional bagi guru.

Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga perlu memperhatikan aspek emosional antara guru dan peserta didik.

“Guru perlu memahami dirinya sendiri agar mampu membangun hubungan emosional yang sehat dengan siswa dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna,” ujarnya.

Selain sesi evaluasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi terbuka bersama guru pamong, mahasiswa PPG, dan pengelola program terkait berbagai tantangan pelaksanaan PPG, mulai dari penguatan kompetensi, integrasi teknologi, hingga pembinaan karakter guru.

Dalam kesempatan tersebut, pengelola PPG FITK UIN Jakarta juga memperkenalkan rencana pengembangan platform komunitas alumni PPG sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi para guru lulusan PPG FITK.

Melalui kegiatan ini, FITK UIN Jakarta berharap penyelenggaraan PPG ke depan semakin adaptif, berkualitas, dan mampu melahirkan guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan kepedulian sosial yang kuat. (AM)