FITK UIN Jakarta Gelar Workshop Pengembangan Soal TPACK dan Penyusunan Modul Pendalaman Materi PPG
FITK UIN Jakarta Gelar Workshop Pengembangan Soal TPACK dan Penyusunan Modul Pendalaman Materi PPG

FITK UIN Jakarta Gelar Workshop Pengembangan Soal TPACK dan Penyusunan Modul Pendalaman Materi PPG

Tangerang Selatan, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat kualitas penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pengembangan instrumen evaluasi dan pembelajaran berbasis kompetensi.

Regulasi Guru

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Evaluasi Pelaksanaan PPG Batch 3 dan 4 Tahun 2025, FITK UIN Jakarta menyelenggarakan Workshop Pengembangan Soal TPACK dan Penyusunan Modul Pendalaman Materi di Hotel Aston Bintaro, Minggu (25/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Panitia Nasional UKMPPG, Prof. Dr. Subanji, M.Si., yang memberikan penguatan terkait penyusunan soal berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), pengembangan instrumen Situational Judgment Test (SJT), hingga penyusunan studi kasus reflektif dalam sistem evaluasi PPG.

Workshop dipandu oleh Yanti Herlanti dan diikuti oleh dosen, pengelola PPG, serta tim penyusun soal dari berbagai bidang studi di lingkungan FITK UIN Jakarta.

Dalam pengantarnya, Dr. Yanti Herlanti menekankan pentingnya penguatan kapasitas dosen dalam menyusun instrumen evaluasi yang tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga kemampuan pedagogik dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

“Workshop ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman para dosen dalam menyusun soal berbasis TPACK sehingga mampu menghasilkan instrumen yang kuat dan relevan untuk pembelajaran serta evaluasi PPG,” ujarnya.

Sementara itu, Subanji menjelaskan bahwa pengembangan soal PPG saat ini menuntut integrasi antara aspek pedagogik, konten, dan teknologi secara utuh.

Menurutnya, pendekatan TPACK tidak lagi memisahkan kompetensi pedagogik dan konten, melainkan mengintegrasikan keduanya dalam konteks pembelajaran nyata di kelas.

“Ketika guru menyusun pembelajaran, maka pedagogik dan konten harus saling terintegrasi. Guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta didik,” jelasnya.

Ia juga memaparkan pengembangan model soal berbasis Situational Judgment Test (SJT) yang dirancang untuk mengukur kemampuan guru dalam mengambil keputusan terhadap berbagai situasi pembelajaran di kelas.

“SJT digunakan untuk melihat bagaimana seorang guru merespons situasi nyata di kelas. Jadi bukan sekadar benar atau salah, tetapi bagaimana keputusan yang diambil menunjukkan kompetensi profesional guru,” tambahnya.

Selain penguatan konsep penyusunan soal, workshop juga membahas berbagai evaluasi pelaksanaan UKMPPG, termasuk pentingnya integritas akademik dan pencegahan praktik kecurangan dalam proses asesmen.

Prof. Subanji menegaskan bahwa proses evaluasi PPG harus tetap menjaga prinsip kejujuran dan profesionalisme demi menghasilkan guru yang benar-benar kompeten.

“Kami berharap peserta PPG mengedepankan kejujuran dan proses belajar yang sungguh-sungguh. Sistem evaluasi saat ini semakin ketat dan dirancang untuk memotret kompetensi guru secara autentik,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, simulasi penyusunan soal, hingga sesi tanya jawab terkait tantangan penyusunan instrumen evaluasi di berbagai bidang studi, seperti IPS, Bahasa, PKN, dan Pendidikan Agama.

Melalui workshop ini, FITK UIN Jakarta berharap kualitas penyelenggaraan PPG semakin meningkat, khususnya dalam pengembangan instrumen evaluasi yang adaptif, integratif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. (AM)