FITK UIN Jakarta Perkuat Ekosistem Media Informasi, Siapkan Laboratorium Digital dan Kanal Kreatif Mahasiswa
FITK UIN Jakarta Perkuat Ekosistem Media Informasi, Siapkan Laboratorium Digital dan Kanal Kreatif Mahasiswa

FITK UIN Jakarta Perkuat Ekosistem Media Informasi, Siapkan Laboratorium Digital dan Kanal Kreatif Mahasiswa

Gedung FITK, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat tata kelola komunikasi publik dan diseminasi informasi melalui pembentukan serta penguatan Tim Pengelola Media Informasi. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (22/4/2026) di Ruang Sidang Lantai 2 FITK.

Perkuat Ekosistem Media Informasi FITK2

Rapat tersebut menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pengembangan media informasi fakultas yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis kreativitas sivitas akademika. Tidak hanya berfokus pada publikasi kegiatan, FITK juga menargetkan terbentuknya ekosistem media yang mampu mendukung pembelajaran, branding institusi, hingga penguatan rekognisi publik.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Yudhi Munadi, S.Ag., M.Ag, menegaskan bahwa penguatan media informasi bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari visi besar pengembangan fakultas.

Perkuat Ekosistem Media Informasi FITK

“Kami ingin FITK memiliki Laboratorium Pengembangan Sumber Belajar yang terintegrasi. Media bukan hanya alat publikasi, tetapi bagian dari ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran, kreativitas mahasiswa, dan penguatan akreditasi,” ujarnya.

Menurutnya, laboratorium tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat produksi konten seperti podcast dan video pembelajaran, tetapi juga terhubung dengan mata kuliah serta aktivitas akademik mahasiswa. Dengan demikian, karya mahasiswa dapat terdokumentasi dan dipublikasikan secara luas.

Dalam rapat tersebut juga dibahas pengembangan berbagai kanal media, mulai dari website, media sosial, hingga rencana penguatan platform video dan podcast fakultas. Bahkan, FITK menargetkan hadirnya “televisi berbasis digital” yang memanfaatkan platform YouTube sebagai sarana penyiaran konten edukatif dan informatif.

Kepala Bagian Tata Usaha FITK, Imam Thobroni, S.E., menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan informasi di lingkungan fakultas.

“Selama ini banyak capaian dan prestasi sivitas akademika yang belum terdengar luas. Melalui tim media ini, kita ingin seluruh aktivitas—baik akademik, kemahasiswaan, maupun prestasi—terpublikasikan dengan baik sehingga menjadi kebanggaan bersama,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa media informasi harus mampu menjangkau kebutuhan mahasiswa dan publik secara cepat, menarik, dan informatif, termasuk dalam menyampaikan pengumuman akademik, beasiswa, hingga prestasi mahasiswa.

Sementara itu, dari sisi pengembangan digital, tim website menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur dan tata kelola sistem informasi. Perwakilan tim website, Djunaedi, S. Kom, menjelaskan bahwa optimalisasi website menjadi kunci utama dalam integrasi informasi fakultas.

“Website menjadi pusat informasi yang harus didukung oleh server yang memadai, pengelolaan yang terstruktur, serta pengembangan kompetensi tim. Dengan penguatan ini, kita bisa menghadirkan layanan informasi yang lebih stabil, profesional, dan mudah diakses,” jelasnya.

Selain aspek teknis, rapat juga menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem kreatif media. Mahasiswa dari berbagai program studi akan didorong untuk terlibat dalam produksi konten, mulai dari desain grafis, jurnalistik, video kreatif, hingga pengelolaan media sosial.

Model ini diharapkan mampu membentuk komunitas kreatif mahasiswa yang tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif dalam menghasilkan karya digital. Bahkan, ke depan, keterlibatan tersebut dapat dikaitkan dengan penguatan portofolio mahasiswa dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Melalui langkah ini, FITK UIN Jakarta menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga adaptif dalam menghadapi era digital. Penguatan media informasi diharapkan menjadi wajah baru fakultas yang lebih terbuka, informatif, dan inspiratif bagi masyarakat luas. (AM)