FITK UIN Jakarta Perkuat Tata Kelola Akademik dan Transformasi Digital dalam Raker 2026

FITK UIN Jakarta Perkuat Tata Kelola Akademik dan Transformasi Digital dalam Raker 2026
Bogor, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 pada tanggal 8-9 april 2026 di Hotel Salak The Heritage Bogor sebagai forum strategis untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta merumuskan langkah transformasi digital yang lebih adaptif di lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pimpinan, ketua program studi, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menyusun arah kebijakan fakultas menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK, Dr. Yudhi Munadi, M.Ag., menegaskan bahwa rapat kerja tidak hanya berfungsi sebagai agenda evaluasi tahunan, tetapi juga sebagai momentum menyusun fondasi kelembagaan jangka panjang agar fakultas mampu bergerak lebih terarah dan responsif terhadap perubahan.
“Rapat kerja ini menjadi ruang penting untuk memastikan bahwa seluruh langkah strategis fakultas memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan. Apa yang kita rumuskan hari ini akan menjadi pijakan bagi penguatan kelembagaan FITK ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai fakultas dengan jumlah program studi yang besar, FITK menghadapi tantangan pengelolaan akademik yang semakin kompleks. Beban akreditasi, penjaminan mutu, pelayanan administrasi, hingga pengembangan inovasi pembelajaran membutuhkan pola tata kelola yang semakin efektif.
Ia menjelaskan bahwa distribusi kerja yang proporsional menjadi penting agar energi kelembagaan tidak hanya terserap pada urusan administratif, tetapi juga mampu mendorong inovasi akademik dan penguatan mutu pembelajaran.
“Dengan banyaknya program studi yang ada, kita harus terus mencari model tata kelola yang memungkinkan setiap unit bekerja lebih optimal tanpa kehilangan fokus pada kualitas akademik,” tambahnya.
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah percepatan transformasi digital di lingkungan FITK. Digitalisasi dipandang sebagai kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi layanan akademik sekaligus memperkuat sistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Dalam diskusi, pengembangan Learning Management System (LMS) menjadi perhatian utama. Sistem tersebut diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai media administrasi pembelajaran, tetapi juga mampu mencerminkan karakter FITK sebagai fakultas kependidikan.
“Sebagai fakultas yang menyiapkan calon pendidik, sistem digital yang kita bangun harus tetap memiliki ruh pedagogik. Teknologi harus memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar memindahkan proses manual ke platform digital,” jelas Dr. Yudhi.

Raker juga menghadirkan narasumber dari IPB University, Dr. Berry Juliandi, S.Si., M.Si, yang memaparkan praktik penguatan tata kelola akademik di perguruan tinggi melalui pendekatan manajemen berbasis mutu, integrasi data, dan efisiensi kelembagaan.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pimpinan fakultas dan pelaksanaan teknis di tingkat program studi agar target akademik dapat dicapai secara konsisten.
“Penguatan tata kelola akademik harus bertumpu pada data yang akurat, pembagian peran yang jelas, dan budaya mutu yang dijaga bersama,” ungkapnya.
Selain aspek akademik, forum rapat kerja juga membahas penguatan pelayanan administrasi, optimalisasi penggunaan sarana prasarana, serta kebutuhan penyesuaian kebijakan fakultas terhadap perkembangan regulasi pendidikan tinggi nasional.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta, terutama terkait efektivitas sistem layanan internal, kebutuhan penguatan koordinasi lintas unit, dan pentingnya inovasi pelayanan kepada mahasiswa.
Melalui rapat kerja ini, FITK UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus bergerak menuju tata kelola fakultas yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.
Dengan agenda yang berlangsung bertahap melalui kerja komisi dan forum pleno, hasil pembahasan diharapkan menjadi pijakan kebijakan akademik dan kelembagaan FITK untuk tahun mendatang. (AM)