HMPS PBSI Gelar Peringatan Hari Sastra Nasional (PHSN), Angkat Tema Relevansi Karya Taufiq Ismail untuk Merawat Asa Generasi Muda
HMPS PBSI Gelar Peringatan Hari Sastra Nasional (PHSN), Angkat Tema Relevansi Karya Taufiq Ismail untuk Merawat Asa Generasi Muda
Student Center, BERITA FITK Online— Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan PHSN X LENTARA pada Senin, 20 Juli 2026, di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Departemen Bahasa dan Sastra serta Departemen Keagamaan dan Pengabdian Masyarakat HMPS PBSI, memadukan dua agenda sekaligus: PHSN (Peringatan Hari Sastra Nasional) yang mengusung tema "Relevansi Karya Taufiq Ismail untuk Merawat Asa Generasi Muda", dan LENTARA (Literasi Edukatif dan Nilai Takwa untuk Masyarakat) berupa aksi pengabdian masyarakat bagi anak-anak Yayasan Domyadhu Rempoa. Digelar bertepatan dengan momentum Hari Sastra Nasional, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk tidak hanya memperingati sastra secara seremonial, tetapi juga menghayati nilai-nilainya lewat aksi sosial nyata, sekaligus merawat kepedulian generasi muda terhadap karya sastra Indonesia di tengah derasnya arus budaya populer.

Ketua HMPS PBSI Periode 2026, Moh. Khamidan Akhdan, dalam sambutannya menekankan bahwa sastra merupakan cerminan kehidupan sehari-hari. Melalui program PHSN X LENTARA, ia berharap kegiatan ini dapat mengenalkan sastra dan bahasa Indonesia kepada generasi muda, khususnya siswa SD hingga SMP, sekaligus membekali para relawan agar mampu menyalurkan ilmu yang diperoleh kepada anak-anak peserta kegiatan. Sementara itu, Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Indah Fadhillah, S.S., M.Hum., mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang hadir serta menegaskan dukungan Program Studi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sastra, termasuk puisi-puisi Taufiq Ismail yang akan dibahas oleh narasumber Jamal D. Rahman, bukan sekadar tulisan di atas kertas, melainkan bagian nyata dari sejarah perjuangan. Sambutannya kemudian diakhiri dengan pembukaan acara secara resmi. Kegiatan ini juga turut dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Salamah Agung, M.A., Ph.D.,yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah pengembangan diri dan kepedulian sosial mahasiswa.

Seminar menghadirkan sastrawan Jamal D. Rahman sebagai narasumber dipandu oleh moderator Nayla Autar. Dalam pemaparannya, Jamal D. Rahman mengajak peserta menelaah kembali relevansi karya-karya Taufiq Ismail dalam membangun kesadaran literasi, karakter, serta semangat generasi muda menghadapi tantangan zaman.
"Taufiq Ismail mampu memilih diksi dengan baik sejak muda karena wawasan internasionalnya yang luas membentuknya menjadi pemikir kritis yang terbiasa membandingkan makna kata lintas budaya. Dari situlah lahir kemampuannya menyeleksi diksi yang sederhana, tetapi sangat mengena," ujar Jamal D. Rahman.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kesederhanaan bahasa dalam karya Taufiq Ismail merupakan hasil dari proses berpikir kritis, bukan keterbatasan berkarya dan juga sebuah pelajaran yang relevan bagi peserta yang sebagian besar merupakan calon pendidik bahasa dan sastra Indonesia. Acara semakin semarak dengan penampilan Balangga Carika Pertunjukan ini terinspirasi dari Serat Kalatidha, karya sastra Jawa klasik karya R.Ng. Ranggawarsita yang mengajarkan nilai eling lan waspada di tengah perubahan zaman. Melalui Tari Sradan Suci oleh tim Swara Gerak.

Usai mengikuti seminar, para peserta yang telah memperoleh wawasan dari materi yang disampaikan melanjutkan rangkaian kegiatan sebagai volunteer LENTARA dalam agenda pengabdian kepada masyarakat. Bersama panitia, para volunteer berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti ice breaking, dongeng interaktif dari penampilan Tim Sakustik yang membawakan tema pertemanan, persahabatan, dan kekeluargaan melalui pementasan naskah Rumah yang merupakan hasil adaptasi dari novel Rumah karya JS Khairen lalu disambung dengan kuis dan permainan edukatif. Kehadiran para volunteer menjadi wujud nyata implementasi semangat literasi dan nilai kepedulian sosial yang telah dibahas dalam seminar, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga langsung mengamalkannya di tengah masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyerahkan santunan kepada anak-anak di Yayasan Domyadhu Rempoa sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen HMPS PBSI dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Acara ditutup dengan penyerahan simbolis dan sesi foto bersama seluruh peserta.
Melalui PHSN X LENTARA, HMPS PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Sastra Nasional, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan literasi, sastra, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga nilai-nilai dalam karya sastra terus hidup melalui aksi nyata yang menginspirasi generasi muda untuk berkarya dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. (red. HMPS, PBSI)