IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI MA AL-IKHWANIYA
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI MA AL-IKHWANIYA

MAHASISWA PAI SUKSES PERTAHANKAN SKRIPSI TENTANG IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MA AL-IKHWANIYA

Gedung FITK, BERITA FITK Online Ciputat (UIN Jakarta) — Elvira Nanda Lusia seorang Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dibawah bimbingan Dr. H. Abdul Rosyid, M.Pd, ia sukses mempertahankan skripsi berjudul “IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI MA AL-IKHWANIYA” pada sidang munaqosah yang diselenggarakan pada pukul 14.00-15.00 di ruang sidang fakultas, Kamis (2/7/2026). Sidang berlangsung secara ilmiah yang dihadiri oleh Drs. Abdul Haris, M.Ag., Dr. Suhada, M.A., dan Dr. Ahmad Irfan Mufid, S.Ag., M.A selaku dewan penguji, serta civitas akademika. Setelah melalui proses presentasi, tanya jawab, dan musyawarah dewan penguji, mahasiswa dinyatakan lulus dengan beberapa penyempurnaan sesuai masukan yang diberikan.

Dalam presentasinya, mahasiswa menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan Deep Learning pada pembelajaran Akidah Akhlak di kelas X MA Al-Ikhwaniya, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan peserta didik sebagai informan utama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning telah diimplementasikan melalui tiga dimensi utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Ketiga dimensi tersebut mampu menciptakan pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih aktif, kontekstual, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, jadi pembelajaran melalui pendekatan Deep Learning tidak hanya sebatas menyampaikan teori kepada siswa, tapi ada tindak lanjut dalam untuk kehidupan sehari-harinya" ujar penulis.

MHS PAI Elvira

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dimensi mindful learning diwujudkan melalui kegiatan pembuka yang terarah, penyampaian tujuan pembelajaran secara jelas, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam setiap aktivitas kelas. Sementara itu, meaningful learning terlihat dari kemampuan guru menghubungkan materi Akidah Akhlak dengan pengalaman nyata yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Adapun joyful learning diterapkan melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif, media edukatif yang menarik, serta suasana kelas yang interaktif sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih nyaman, menyenangkan, dan efektif.

Di sisi lain, pelaksanaan pendekatan tersebut masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya keterbatasan alokasi waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan belajar peserta didik, serta hambatan teknis ketika memanfaatkan perangkat teknologi dalam proses pembelajaran.

Dosen Pembimbing juga memberikan apresiasi terhadap hasil penelitian tersebut karena dinilai relevan dengan arah transformasi pendidikan di madrasah yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

"Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai implementasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran yang mendalam tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik, tetapi juga membentuk pengalaman belajar yang lebih reflektif, kontekstual, dan menyenangkan," ungkap dosen pembimbing.

MHS PAI Elvira3

Kepala Program Studi PAI, Dr. Suwendi, M.Ag juga menyampaikan bahwa penelitian tersebut memiliki kontribusi akademik sekaligus praktis bagi pengembangan pembelajaran di lingkungan madrasah.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru-guru madrasah dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, sehingga implementasi Deep Learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat karakter peserta didik," tuturnya.

Suasana sidang berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan, diskusi, serta masukan konstruktif dari dewan penguji mengenai aspek metodologi, analisis data, hingga implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah. Temuan penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak sekaligus mendukung penguatan kompetensi dan karakter peserta didik sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. (Red: AYA)