Juara II KTIQ MTQ Ke-25 Kota Tangerang Selatan 2026, Mahasiswa PAI Ajak Generasi Muda Dekat dengan Al-Qur'an Melalui Karya Ilmiah
Juara II KTIQ MTQ Ke-25 Kota Tangerang Selatan 2026, Mahasiswa PAI Ajak Generasi Muda Dekat dengan Al-Qur'an Melalui Karya Ilmiah

Gedung FITK, BERITA FITK Online— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-25 Kota Tangerang Selatan Tahun 2026. Pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), Riyan Hidayat mahasiswa PAI semester 6 UIN Jakarta berhasil meraih Juara II setelah melalui rangkaian seleksi dan penilaian yang kompetitif. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat literasi, riset, dan pengkajian Al-Qur'an mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus berkontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam.
Perjalanan meraih prestasi tersebut berawal dari kegemaran membaca berbagai jurnal ilmiah dan hasil penelitian yang kemudian menumbuhkan kecintaan terhadap dunia Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an. Ketekunan dalam membaca dan menulis menjadi bekal utama hingga akhirnya mampu mengantarkan pada panggung MTQ tingkat Kota Tangerang Selatan.
Peraih Juara II cabang KTIQ mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah hasil perjuangan seorang diri. Menurutnya, pencapaian yang diraih merupakan buah dari proses panjang yang dipenuhi doa, dukungan, serta bimbingan dari para guru, murabbi, dan rekan-rekan seperjuangan.
"Semua perjalanan ini sebenarnya bermula dari kegemaran sederhana saya yang suka membaca berbagai jurnal dan riset ilmiah, hingga tanpa disadari tumbuh rasa cinta yang mendalam terhadap Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an. Dari kecintaan itulah saya memberanikan diri mengikuti berbagai perlombaan hingga akhirnya mengantarkan saya meraih Juara II pada MTQ Ke-25 Kota Tangerang Selatan tahun 2026. Di balik prestasi ini ada bimbingan para guru dan murabbi serta motivasi tanpa henti dari teman-teman seperjuangan. Selama proses kompetisi, saya tidak hanya bertanding, tetapi juga memperoleh banyak ilmu baru dan pengalaman berharga yang membentuk cara berpikir saya," ungkapnya.

Ia menambahkan, prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan kesungguhan dapat berkembang menjadi pencapaian yang membanggakan. Baginya, membaca bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan pintu masuk untuk memahami lebih dalam kandungan Al-Qur'an melalui pendekatan ilmiah.
Kaprodi PAI UIN Jakarta Prof. Suwendi, M.Ag, juga turut memberikan apresiasi yang begitu luar biasa atas pencapaian prestasi yang membanggakan ini, beliau berharap Riyan Hidayat melalui prestasinya ini mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa yang lainnya.
“Alhamdulillah saya turut bangga atas prestasi yang sangat luar biasa ini, semoga tidak hanya Riyan yang mampu meraih prestasi seperti ini, akan tetapi mahasiswa-mahasiswi PAI yang lain pun juga mampu meraihnya, agar semakin banyak anak muda yang tumbuh bersama Al-Qur’an dan menjadi Generasi Qur’ani.”
Riyan Hidayat juga mengajak generasi muda agar tidak ragu memulai langkah kecil dalam mempelajari dan menuliskan nilai-nilai Al-Qur'an. Menurutnya, menulis karya ilmiah berbasis Al-Qur'an merupakan proses yang menyenangkan karena membuka wawasan mengenai keluasan petunjuk Allah dalam berbagai aspek kehidupan.
"Jangan pernah takut untuk memulai sesuatu dari hal kecil yang kita sukai, termasuk mempelajari dan menuliskan isi Al-Qur'an. Menulis karya ilmiah berbasis Al-Qur'an bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan, tetapi justru menjadi proses belajar yang sangat menyenangkan. Jangan cepat menyerah ketika tulisan belum sempurna. Teruslah belajar, rajin berdiskusi, dan mintalah bimbingan kepada para guru serta mentor. Ingatlah bahwa piala dan penghargaan hanyalah bonus, sedangkan hadiah terbesar adalah proses belajar dan manfaat yang dapat kita bagikan kepada orang lain melalui tulisan tersebut," pesannya.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam maupun generasi muda Muslim untuk semakin mencintai Al-Qur'an, tidak hanya melalui kegiatan membaca dan menghafal, tetapi juga dengan mengkaji, meneliti, serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Menutup penyampaiannya, ia menyampaikan harapan agar semakin banyak anak muda yang berani berkarya dan menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman.
"Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan generasi muda pada umumnya agar semakin dekat dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup. Semoga semakin banyak anak muda yang tidak hanya membaca atau menghafalnya, tetapi juga mengkaji, mengimplementasikan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur'an dalam kehidupan nyata. Mari kita tunjukkan bahwa generasi muda Muslim mampu menjadi pribadi yang berprestasi, membawa perubahan positif, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui karya-karya yang berlandaskan ajaran Al-Qur'an," ujarnya. (red. PAI)

