Mahasiswa Baru Pendidikan Kimia 2026 Dibekali Pengetahuan Chemical Safety and Security (CSS) di FITK UIN Jakarta -
Mahasiswa Baru Pendidikan Kimia 2026 Dibekali Pengetahuan Chemical Safety and Security (CSS) di FITK UIN Jakarta -

Mahasiswa Baru Pendidikan Kimia 2026 Dibekali Pengetahuan Chemical Safety and Security (CSS) di FITK UIN Jakarta -

Chemical Safety and Security4

Jakarta, BERITA FITK Online— Mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2026 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapatkan pembekalan mengenai Chemical Safety and Security (CSS) sebagai langkah awal dalam mengenal lingkungan laboratorium dan memahami pentingnya keselamatan selama kegiatan praktikum. Kegiatan Chemical Safety and Security (CSS) dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Teater Lantai 1 FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring ini diikuti oleh mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2026 sebagai bagian dari pembekalan sebelum mengikuti berbagai kegiatan praktikum di laboratorium.

 

Kegiatan CSS diselenggarakan sebagai sarana untuk memberikan arahan, pengetahuan, serta pemahaman dasar kepada mahasiswa mengenai tata tertib, prosedur keselamatan, pengelolaan laboratorium, hingga keamanan dalam penggunaan alat dan bahan. Pembekalan ini menjadi penting bagi mahasiswa Pendidikan Kimia karena pada saat praktikum menggunakan berbagai alat laboratorium, bahan kimia, serta prosedur praktikum yang memiliki potensi bahaya apabila tidak ditangani dengan tepat. Materi pertama diberikan oleh Nabila Trijanuary Putri dan Siti Sarah mengenai Pengenalan Laboratorium Fisika. Dalam materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan dan fasilitas laboratorium Fisika serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan kegiatan di dalam laboratorium. Pengenalan ini membantu mahasiswa memahami bahwa setiap laboratorium memiliki karakteristik, peralatan, serta aturan keselamatan yang perlu dipatuhi.

Chemical Safety and Security

Selanjutnya, Muhammad Ridhwan, S.Si., M.Pd. memberikan materi mengenai Pengenalan Laboratorium Biologi. Materi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai lingkungan laboratorium Biologi serta aspek keselamatan yang perlu diperhatikan selama berada di dalamnya. Pengenalan berbagai fasilitas dan aturan laboratorium menjadi bagian penting agar mahasiswa dapat beraktivitas secara tertib dan aman. Materi Pengenalan Laboratorium Kimia disampaikan oleh Lilis Wijayanti, S.Si., M.Si.. Materi ini secara khusus memberikan pemahaman awal mengenai lingkungan laboratorium Kimia yang akan menjadi tempat bagi mahasiswa Pendidikan Kimia dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Mahasiswa diperkenalkan dengan pentingnya mengenali fasilitas laboratorium, alat, bahan, serta aturan keselamatan sebelum melakukan suatu percobaan.

 

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Azka Abdir Rohman Nur Saifi melalui materi Fundamental Chemical Safety & Chemical Security. Materi ini membahas dasar-dasar keselamatan dan keamanan bahan kimia serta pentingnya membangun kesadaran mahasiswa terhadap risiko yang dapat muncul dalam aktivitas laboratorium. Mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memahami cara bekerja dengan bahan kimia secara aman, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan lingkungan laboratorium. Selanjutnya, Sharla Sabilla Azzahra Maulana menyampaikan materi Laboratory Safety: Hazards, Chemical Exposure & Controls. Materi tersebut membahas berbagai bahaya yang dapat ditemukan di laboratorium, kemungkinan terjadinya paparan bahan kimia, serta langkah-langkah pengendalian risiko. Pemahaman mengenai bahaya dan pengendaliannya menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar dapat mengenali potensi risiko sebelum melakukan kegiatan praktikum.

 

Materi berikutnya disampaikan oleh Mirnawati Safitri dengan topik Other Hazards in The Chemical Laboratory. Pembahasan ini memperluas pemahaman mahasiswa mengenai berbagai jenis bahaya lain yang dapat muncul di laboratorium kimia, tidak hanya yang berasal dari bahan kimia. Mahasiswa diingatkan untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan, peralatan, serta prosedur kerja agar kegiatan praktikum dapat berlangsung dengan aman. Selain pembekalan teori, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung melalui Demonstrasi Pemadaman Api yang disampaikan oleh Arief Rizky Ramadhani. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran mengenai langkah dasar dalam menghadapi kondisi kebakaran ringan di lingkungan laboratorium. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung pentingnya kesiapsiagaan dan tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Chemical Safety and Security3

Pembahasan mengenai sistem keselamatan kemudian dilanjutkan oleh Bayu Firmansyah, S.Pd. melalui materi CSSO, CSS Plan & SOP. Materi tersebut memperkenalkan mahasiswa pada peran Chemical Safety and Security Officer (CSSO), perencanaan keselamatan dan keamanan kimia, serta pentingnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) dalam kegiatan laboratorium. Dengan memahami keberadaan sistem dan prosedur tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti aturan keselamatan secara lebih disiplin. Kegiatan juga menghadirkan Dr. Dewi Murniati, M.Si. sebagai Keynote Speaker. Kehadiran keynote speaker memberikan penguatan terhadap pentingnya penerapan Chemical Safety and Security dalam lingkungan akademik, khususnya bagi mahasiswa yang akan sering melakukan kegiatan laboratorium. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran Kimia.

 

Selanjutnya, Iwan Setiawan, S.Pd. memberikan materi mengenai Manajemen Laboratorium. Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengelolaan laboratorium agar kegiatan di dalamnya dapat berjalan secara teratur, efektif, dan aman. Manajemen laboratorium juga berkaitan dengan pengaturan fasilitas, prosedur kerja, serta penerapan aturan yang mendukung keselamatan seluruh pengguna laboratorium. Materi terakhir disampaikan oleh Rafi Firdaus, S.Pd. dengan topik Chemical Management & Safe Handling. Materi ini membahas pengelolaan bahan kimia serta cara penanganan bahan secara aman. Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa penggunaan bahan kimia harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan karakteristik, risiko, penyimpanan, serta prosedur penanganannya.

 

Kegiatan CSS tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan para pemateri, laboran, dosen, dan pihak yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan laboratorium. Interaksi tersebut membuat mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi laboratorium serta berbagai prosedur yang nantinya akan mereka hadapi selama menjalani praktikum. Pelaksanaan CSS secara tatap muka juga memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya keselamatan di lingkungan Pendidikan Kimia. Melalui berbagai materi yang diberikan, mahasiswa diperkenalkan pada konsep keselamatan, keamanan, pengenalan laboratorium, pengelolaan bahan kimia, manajemen laboratorium, hingga penanganan keadaan darurat.

 

Kegiatan Chemical Safety and Security (CSS) menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan Pendidikan Kimia. Keselamatan laboratorium tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat dan bahan, tetapi juga membutuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, mahasiswa baru Pendidikan Kimia angkatan 2026 diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai Chemical Safety and Security (CSS) serta mampu menerapkannya dalam setiap kegiatan praktikum. Pembekalan sejak awal diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan laboratorium, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri, orang lain, dan lingkungan.

 

Dengan adanya kegiatan CSS ini, mahasiswa baru Pendidikan Kimia 2026 diharapkan semakin siap memasuki dunia praktikum dan menjadikan keselamatan, keamanan, dan tanggung jawab sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan di laboratorium. (red. fitk)