PERAN GURU PAI DALAM MENGATASI PENGGUNAAN GAWAI YANG BERLEBIHAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMAN 29 JAKARTA
Peran Vital Guru PAI: Muhammad Irsyad Al Syafei Sukses Pertahankan Skripsi Pembentukan Karakter Remaja Era Digital di Sidang Munaqosah FITK
Gedung FITK, BERITA FITK Online (UIN Jakarta)— Muhammad Irsyad Al Syafei, Mahasiswa pendidikan Agama Islam (PAI) sukses mempertahankan skripsinya dalam sidang munaqosah yang digelar pada Kamis (9/7/2026) pukul 13.00–14.00 WIB. Skripsi berjudul “PERAN GURU PAI DALAM MENGATASI PENGGUNAAN GAWAI YANG BERLEBIHAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMAN 29 JAKARTA” ini diuji oleh Dr. Suhada, M.A. (Ketua Penguji), Dr. Ainurrafiq, M.Ag., dan Drs. Rusdi, M.Ag., di bawah bimbingan komprehensif Dosen Pembimbing Dr. Rasi’in, M.A.

Penelitian kualitatif deskriptif ini menyoroti tantangan krusial dunia pendidikan saat ini, yakni adiksi teknologi digital pada remaja. Melalui pengumpulan data berbasis observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam bersama guru PAI dan perwakilan siswa sebagai data primer, riset ini menguliti strategi konkret sekolah dalam melakukan filterisasi dampak negatif gawai.

"Di tengah derasnya arus digitalisasi, guru PAI memiliki peran yang sangat vital. Bukan sekadar mengajar materi di kelas, melainkan bertindak sebagai komunikator, motivator, sekaligus uswatun hasanah untuk mereduksi penggunaan gawai yang berlebih demi mengembalikan fondasi karakter akhlakul karimah siswa," urai Muhammad Irsyad
Jalannya sidang berlangsung dinamis saat para penguji menilik sinkronisasi data primer lapangan dengan studi kepustakaan sekunder yang diajukan. Penguji Utama, Dr. Ainurrafiq, M.Ag., menekankan pentingnya pendekatan persuasif keagamaan di sekolah. "Guru PAI harus mampu mentransformasi nilai spiritual sebagai instrumen kontrol diri siswa, sehingga mereka sadar kapan harus membatasi diri dalam menggunakan gawai," tuturnya memberikan masukan akademis.

Setelah sesi tanya jawab dan musyawarah tertutup, dewan penguji menyatakan Muhammad Irsyad Al Syafei lulus dengan gelar S.P.d, dan beberapa revisi pada draft skripsisnya. Temuan ilmiah ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi para pendidik, khususnya guru PAI di tingkat SMA, dalam merumuskan metode pembentukan karakter sosial dan spiritual yang relevan di era disrupsi digital.