SEMINAR PENDIDIKAN DALAM RANGKA DIES NATALIS PAI UIN JAKARTA
SEMINAR PENDIDIKAN DALAM RANGKA DIES NATALIS PAI UIN JAKARTA

SEMINAR PENDIDIKAN DALAM RANGKA DIES NATALIS PAI UIN JAKARTA

 

Ciputat, BERITA ONLINE (UIN Jakarta) --- Seminar perayaan Dies Natalis Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Jakarta, yang berhasil diselenggarakan 23/06/2026. Kegiatan seminar ini mengusung tema “Membedah Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG : Quo Vadis Pendidikan di Indonesia”. Kegiatan ini dihadiri dengan narasumber yang kompeten untuk membahs dan membedah tema yang diusung pada seminar saat ini, diantaranya M. Zaki Mubarak, Ph.D, Ubaid Matraji, dan M. Fawwas Farhan F.

Kegiatan ini dibuka oleh Kaprodi PAI Bapak Dr. Suwendi, M.Ag, beliau menyampaikan bahwa pendidikan itu harus bisa memberikan kontribusi langsung kepada bangsa, bahwa pendidikan itu tetap harus menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan oleh negara.

“ Pendidikan itu harus bisa memberikan kontribusi terhadap isu-isu yang terjadi saat ini, yang terjadi saat ini merupakan isu yang sangat penting, isu ini juga yang membuat terpangkasnya dana alokasi pendidikan yang diambil sebagiannya untuk program MBG.” Ujar Kaprodi.

Seminar PAI2

Kemudian dilanjut dengan pemaparan materi dari ketiga narasumber tersebut, yang sepakat untuk mengevaluasi besar-besaran program MBG. Karena pasalnya program ini tidak tepat pada sasarannya, dan menyebabkan terpangkasnya alokasi dana pendidikan.

“Ketika tidak ada perencanaan yang bagus dan juga analisis yang bagus terhadap suatu program, maka harus ada transformasi besar yang sebenarnya harus terjadi. Sejak awal lembaga ini tidak siap, perekonomiannya tidak jelas, yang mengurusi hanya orang-orang dekatny Pak Prabowo yang tidak memiliki potensi yang kredibel. Kemudian kemampuan keuangannya juga tidak diperhitungkan, maka yng terjadi adalah ketika semuanya sudah terburu-buru yang muncul adalah kekacauan.” Tegas Zaki Mubarak

Ubad Matraji mengatakan bahwasanya dana pendidikan kita sudah banyak dipangkas untuk keperluan MBG ini, yang sampa saat ini dampaknya belum terlihat disegi kualitas pendidikan negara kita, justru murid malah banyak yang keracunan dan banyaknya korupsi di dalamnya.

“Dana pendidikan kita sudah habis. Selanjutnya, saya pernah menjumlah itu ya, dana kemendikdasmen, dana kemenag, dana kemendiktisaintek itu hanya 25% dari Rp. 769.000 sisanya itu hampir 30% ke BGN, 35% transfr ke daerah, kemudia 11% dibidik mati oleh kementrian dan lembaga . Jadi dana pendidikan yang semestinya dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan inti pendidikan justru dimanfaatkan oleh kementrian-kementrian, lembaga-lembaga yang tidak terkait langsung dengan pendidikan.” Jelas Ubaid

Seminar PAI3

Kemudian Fawwaz Farhan selaku mantan ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia sekaligus aktivis yang menjadi kuasa hukum gugatan kasus MBG di Mahkamah Agung, beliau dengan tegas mengkritik program MBG ini untuk diperbaiki sistemnya tanpa memakan anggaran yang banyak apalagi harus memangkas dan pendidikan yang berdampak terhadap kesejahteraan guru.

“MBG... Miris Banget sih jadi Guru...” itu adalah kepanjangan MBG yang digagas Fawwaz sebagai bentuk dukungan untuk kesejahteraan guru di Indonesia.

Seminar PAI

Kegiatan ini turut dihadir oleh Wakil Dekan FITK Bidang Kemahasiswaan Ibu Salamah Agung, M.A., Ph.D, Sekertaris Prodi PAI Bapak Dr. Ridholloh, M.Pd serta para dosen dan mahsiswa-mahasiswi Pendidikan Agama Islam.