Tadris Bahasa Indonesia UIN Jakarta Raih Lima Prestasi dalam Rakornas IPTABI 2026
Tadris Bahasa Indonesia UIN Jakarta Raih Lima Prestasi dalam Rakornas IPTABI 2026
Pamekasan, 18 September 2026—Program Studi S1 Tadris Bahasa Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali meraih sejumlah capaian dalam pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ikatan Prodi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI) dan Seminar Nasional 2026 yang berlangsung di Pamekasan, Madura, pada 17–18 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi S1 Tadris Bahasa Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima sejumlah penghargaan yang mencerminkan perkembangan program studi dalam bidang akreditasi internasional, akreditasi nasional unggul, produktivitas publikasi ilmiah Sinta, mahasiswa asing terbanyak, dan dosen senior inspiratif. Mahmudah Fitriyah, M.Pd., meraih penghargaan sebagai dosen senior inspiratif di Prodi TBI UIN Jakarta.
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari dinamika pengembangan pendidikan bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi. Keberadaan mahasiswa asing dan capaian akreditasi internasional menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki ruang yang semakin luas untuk dipelajari dan dikembangkan dalam lingkungan akademik yang bersifat global.
Internasionalisasi bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah penutur asing, tetapi juga dengan penguatan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan kerja sama akademik. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai ruang pengembangan bahasa Indonesia sekaligus sebagai penghubung antara bahasa, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Indonesia dengan masyarakat internasional.

Salah satu instrumen penting dalam proses internasionalisasi tersebut adalah Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Melalui program BIPA, pembelajar dari berbagai negara tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur Bahasa Indonesia, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dapat dikembangkan melalui pengenalan sastra, kesenian, tradisi, kuliner, sejarah, dan berbagai kebudayaan daerah. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman Indonesia kepada masyarakat internasional.
Pelaksanaan Rakornas IPTABI di Madura juga memberikan konteks tersendiri bagi upaya tersebut. Madura memiliki kekayaan bahasa dan budaya yang menjadi bagian dari keberagaman Indonesia. Bahasa Madura, tradisi masyarakat, kesenian, serta berbagai kearifan lokal dapat menjadi bagian dari materi pengenalan budaya Indonesia dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Keberagaman bahasa daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam pengembangan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan, sementara bahasa daerah menjadi bagian dari kekayaan budaya yang hidup di berbagai wilayah Indonesia. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun identitas kebahasaan dan kebudayaan Indonesia.
Capaian Program Studi S1 Tadris Bahasa Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Rakornas IPTABI 2026 menjadi bagian dari upaya penguatan posisi bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan tinggi. Produktivitas publikasi ilmiah, akreditasi, serta keberadaan mahasiswa asing menjadi beberapa aspek yang menunjukkan perkembangan program studi dalam merespons tuntutan pendidikan tinggi yang semakin terhubung secara global.
Selanjutnya, pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga pendidikan, pengajar BIPA, peneliti, serta komunitas kebudayaan. Perkembangan teknologi digital juga membuka peluang yang semakin luas untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada masyarakat di berbagai negara.
Melalui penguatan pendidikan, penelitian, publikasi, dan program BIPA, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mengambil bagian dalam membawa bahasa Indonesia ke ruang akademik dan kebudayaan internasional. Capaian dalam Rakornas IPTABI 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat peran tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. (red. SH)