Teguhkan Integritas, Kukuhkan Mutu Nasional: FITK UIN Jakarta Konsolidasikan Penguji UKIN PPG 2026 Bersama Dua Dekan LPTK
Teguhkan Integritas, Kukuhkan Mutu Nasional: FITK UIN Jakarta Konsolidasikan Penguji UKIN PPG 2026 Bersama Dua Dekan LPTK

Teguhkan Integritas, Kukuhkan Mutu Nasional: FITK UIN Jakarta Konsolidasikan Penguji UKIN PPG 2026 Bersama Dua Dekan LPTK

ppg

Jakarta, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan integritas sertifikasi guru melalui penyelenggaraan Refreshment Penguji UKIN PPG Batch 4 Tahun 2025 sebagai persiapan pelaksanaan UKIN Tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026 di Aviary Hotel Bintaro ini menjadi forum strategis penyamaan persepsi, penguatan standar penilaian, sekaligus ajang silaturahmi akademik dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.

Menghadirkan pimpinan fakultas, para dosen, guru pamong, serta penguji internal dan eksternal, kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa proses Uji Kinerja (UKIN) berjalan objektif, adil, transparan, dan akuntabel. UKIN sendiri merupakan tahapan krusial dalam menentukan kelulusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) sekaligus menjadi representasi kualitas lulusan calon guru profesional.

ppg 2026c

Konsolidasi Tata Kelola dan Akuntabilitas

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK UIN Jakarta, Yudhi Munadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari tata kelola akademik yang profesional.

“Refreshment ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi forum konsolidasi untuk memastikan seluruh penguji memiliki persepsi yang sama dalam menilai performa mahasiswa. Penilaian UKIN harus dilakukan secara objektif, proporsional, dan berbasis instrumen yang jelas agar mutu lulusan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan administratif dan sistem yang tertata rapi menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas proses UKIN. Transparansi dan ketepatan prosedur, menurutnya, merupakan wujud pertanggungjawaban institusi kepada publik.

ppg 2026b

Penyamaan Persepsi demi Mutu Lulusan

Ketua Program Studi PPG FITK UIN Jakarta, Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, dalam sambutannya menekankan urgensi penyamaan standar dan interpretasi instrumen penilaian.

“Penilaian UKIN bukan sekadar memberi angka, tetapi menilai kompetensi utuh calon guru—mulai dari perencanaan pembelajaran, praktik mengajar, hingga refleksi profesional. Karena itu, penyamaan persepsi menjadi kunci agar tidak terjadi disparitas penilaian,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para narasumber nasional yang memberikan penguatan kebijakan dan perspektif lintas LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), sehingga proses UKIN tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga reflektif dan transformatif.

ppg 2026a

Perspektif Nasional: Objektivitas dan Proporsionalitas

Sebagai narasumber pertama, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Fakry Hamdani, menekankan pentingnya menjaga objektivitas dalam setiap aspek penilaian.

Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa penguji harus menilai berdasarkan data dan bukti performa yang tersedia.

“Kita harus tetap objektif dan proporsional. Jika komponen tidak tersedia, jangan dipaksakan untuk dinilai. Prinsip keadilan dan kesesuaian instrumen harus menjadi pegangan bersama,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian program sertifikasi guru secara nasional serta tantangan ke depan dalam meningkatkan kualitas input mahasiswa PPG. Menurutnya, UKIN bukan sekadar evaluasi akhir, melainkan instrumen strategis dalam membentuk standar profesionalisme guru Indonesia.

ppg 2026

UKIN sebagai Amanah Mutu Institusi

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, menegaskan bahwa UKIN merupakan amanah besar yang harus dijaga integritasnya.

“Program sertifikasi guru adalah mandat nasional yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. UKIN harus benar-benar merefleksikan kompetensi profesional mahasiswa, bukan sekadar formalitas administratif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa setelah penyelesaian program sertifikasi berjalan optimal, fokus pengembangan dapat diarahkan pada penguatan kapasitas guru muda agar lebih adaptif terhadap tantangan pendidikan masa depan, termasuk transformasi digital dan pedagogi inovatif.

Nuansa Ramadan dan Penguatan Spiritual

Kegiatan yang dipandu oleh host Sultan Hadist Ismaiedh berlangsung dengan khidmat namun hangat. Dalam pembukaan, ia menyampaikan pantun reflektif yang menghidupkan suasana:

“Bulan puasa penuh keberkahan,
Hati sabar menata ketahanan,
Materi disimak dengan kesungguhan,
Agar bertambah ilmu dan pemahaman.”

Menjelang waktu berbuka puasa, tausiyah disampaikan oleh Akhmad Shodiq. Dalam refleksi spiritualnya, ia mengingatkan bahwa tugas sebagai penguji bukan hanya amanah akademik, tetapi juga amanah moral dan keagamaan.

“Setiap nilai yang kita berikan bukan hanya dipertanggungjawabkan di hadapan institusi, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Maka kejujuran, keikhlasan, dan keadilan dalam menilai adalah bagian dari ibadah,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh penguji untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian niat dan penguatan integritas.

“Jadilah penilai yang adil, karena keadilan itu mendekatkan kita pada ketakwaan. Jangan sampai kelalaian kita mencederai masa depan seorang guru,” pesannya penuh makna.

Komitmen Berkelanjutan untuk Guru Profesional

Melalui kegiatan Refreshment Penguji UKIN PPG 2026 ini, FITK UIN Jakarta menunjukkan langkah konkret dalam menjaga mutu, integritas, dan profesionalisme proses sertifikasi guru. Konsolidasi lintas pimpinan dan LPTK ini diharapkan mampu memperkuat standar nasional UKIN, meminimalkan disparitas penilaian, serta memastikan setiap lulusan PPG benar-benar siap menjadi guru profesional yang kompeten, beretika, dan berdedikasi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai integritas, FITK UIN Jakarta terus melangkah menjadi garda terdepan dalam mencetak pendidik unggul untuk Indonesia yang lebih maju. (AM)