TEORI KONSTRUKTIVISME JEAN PIAGET SEBAGAI LANDASAN PEMBELAJARAN FIQIH MADRASAH TSANAWIYAH DI ERA MODERN
Relevansi Teori Konstruktivisme Jean Piaget: Ahmad Alkanz Sukses Pertahankan Skripsi Pembelajaran Fikih Modern di Sidang Munaqosah FITK
Gedung FITK, BERITA FITK Online — (UIN Jakarta) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Ahmad Alkanz, sukses mempertahankan skripsinya dalam sidang munaqosah yang digelar pada Kamis (9/7/2026) pukul 14.00-15.00 WIB. Skripsi berjudul "TEORI KONSTRUKTIVISME JEAN PIAGET SEBAGAI LANDASAN PEMBELAJARAN FIQIH MADRASAH TSANAWIYAH DI ERA MODERN" ini diuji oleh Dr. Suhada, M.A. (Ketua Penguji), Dr. Syafi'i, M.Ag., dan Dr. Ainurrafiq, M.Ag., di bawah bimbingan Dr. Muhammad Dahlan, S.Ag., M.Hum.

Penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) ini berfokus pada pentingnya pembelajaran fikih yang tidak sekadar menghafal hukum, tetapi mendorong peserta didik membangun pemahaman secara aktif. Melalui metode analisis isi (content analysis), riset ini membedah relevansi teori kognitif pada materi fikih kontemporer seperti muamalah jual beli.
"Dalam era modern, pembelajaran fikih, khususnya materi jual beli, perlu dipahami melalui penalaran dan refleksi realitas sehari-hari. Konsep skema, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi dari Jean Piaget terbukti relevan dalam menjelaskan bagaimana siswa madrasah membangun pemahaman hukum Islam secara bermakna," ujar Ahmad Alkanz

Sidang berlangsung interaktif ketika tim penguji menyoroti karakteristik psikologi perkembangan siswa tingkat MTs. Penguji Utama, Dr. Syafi'i, M.Ag., memberikan catatan mengenai kesiapan kognitif siswa.
"Siswa Madrasah Tsanawiyah secara umum berada pada tahap operasional formal. Mereka sudah mampu berpikir abstrak dan logis, sehingga pendekatan konstruktivisme ini sangat tepat agar fikih menjadi lebih aplikatif," tuturnya.

Setelah sesi tanya jawab dan musyawarah tertutup, dewan penguji menyatakan Ahmad Alkanz lulus dengan gelar S.Pd., tetapi ada beberapa draft skripsi yang masih perlu direvisi. Selanjutnya, temuan ini diharapkan memberi kontribusi teoretis bagi guru madrasah dalam mentransformasi pembelajaran fikih dari yang semula berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik (student-centered).