Workshop Internasional S3 PAI FITK UIN Jakarta Dorong Riset Disertasi yang Berdampak bagi Pendidikan
Workshop Internasional S3 PAI FITK UIN Jakarta Dorong Riset Disertasi yang Berdampak bagi Pendidikan

Workshop Internasional S3 PAI

FITK UIN Jakarta Dorong Riset Disertasi yang Berdampak bagi Pendidikan

 

Gedung FITK, BERITA FITK Online—Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan International Workshop untuk memperkuat kapasitas mahasiswa doktor dalam merancang dan mengembangkan penelitian yang bermakna, relevan, serta berdampak bagi praktik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di ruang sidang lantai II FITK (Senin, 26/10/2026) menghadirkan Dr. Syafiq Mat Noor, akademisi di bidang Climate Change Education dari University of Leeds, Inggris.

Workshop internasional ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai metodologi penelitian, refleksi pengalaman profesional, pengembangan topik disertasi, serta pentingnya menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Workhsop PAI1

Ketua Program Studi S3 PAI FITK UIN Jakarta, Prof. Dr. Sapiudin Shidiq, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber internasional tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa doktor untuk memperkuat komitmen dan kedisiplinan dalam menyelesaikan penelitian disertasi secara tepat waktu.

Menurutnya, tantangan utama mahasiswa program doktor tidak hanya terletak pada proses perkuliahan, tetapi juga pada keberlanjutan penelitian setelah kegiatan pembelajaran di kelas selesai. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun kemandirian, konsistensi, dan kemampuan mengembangkan penelitian secara terarah.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan forum internasional sebagai sarana memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring keilmuan. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal bagi pengembangan kerja sama akademik yang lebih luas, baik dalam bidang penelitian maupun program-program kolaboratif lainnya.

 

FITK UIN Jakarta Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UIN Jakarta, Dr. Yanti Herlanti, M.Pd., menyambut baik kehadiran Dr. Syafiq Mat Noor di lingkungan FITK UIN Jakarta. Ia menegaskan bahwa kegiatan akademik internasional memiliki arti penting bagi pengembangan keilmuan, kolaborasi riset, dan perluasan perspektif sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Yanti menjelaskan bahwa kunjungan akademik tersebut tidak hanya berkaitan dengan Program Studi S3 PAI, tetapi juga membuka peluang interaksi keilmuan dengan program studi lain di lingkungan FITK serta mahasiswa bidang sains.

Salah satu tema yang menjadi perhatian bersama adalah pendidikan perubahan iklim (climate change education) dan pendidikan lingkungan. Menurutnya, isu tersebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan ekoteologi, yakni pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia berharap interaksi akademik ini dapat ditindaklanjuti melalui penelitian kolaboratif yang menghasilkan publikasi ilmiah, khususnya publikasi internasional. Selain itu, peluang kerja sama juga dapat dikembangkan melalui pendampingan penelitian, pembimbingan, dan pengujian disertasi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

 

Workhsop PAI

Penelitian Harus Berangkat dari Refleksi dan Menghasilkan Dampak

Dalam pemaparannya, Dr. Syafiq Mat Noor menekankan bahwa penelitian perlu berangkat dari pengalaman, identitas, latar belakang, dan refleksi peneliti terhadap persoalan yang ingin dikaji. Menurutnya, pemilihan topik penelitian tidak cukup hanya didasarkan pada ketertarikan pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan urgensi masalah, relevansi akademik, serta manfaat yang dapat dihasilkan.

Ia mengajak mahasiswa untuk mengajukan sejumlah pertanyaan mendasar sebelum memulai penelitian: apa topik yang ingin diteliti, mengapa topik tersebut penting, apa yang ingin ditemukan, dan bagaimana hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi komunitas profesional maupun masyarakat.

Pendekatan reflektif tersebut penting karena penelitian pendidikan berkaitan erat dengan manusia dan praktik sosial. Hasil penelitian idealnya dapat membantu memperbaiki praktik profesional, termasuk proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, dan pengalaman belajar peserta didik.

Dr. Syafiq juga mengingatkan bahwa penelitian tidak semestinya berakhir sebagai dokumen akademik yang tersimpan di perpustakaan setelah peneliti menyelesaikan studi. Sebaliknya, penelitian perlu dirancang agar dapat digunakan, dikembangkan, dan memberikan perubahan dalam praktik nyata.

Dalam konteks pendidikan, penelitian yang berdampak dapat dimulai dari refleksi terhadap pengalaman mengajar, identifikasi persoalan pembelajaran, pengujian pendekatan baru, hingga evaluasi atas perubahan yang dihasilkan. Dengan demikian, peneliti tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas praktik pendidikan.

 

Mengembangkan Perspektif Kritis dan Kontekstual dalam Penelitian

Selain membahas metodologi penelitian, workshop ini mengangkat pentingnya perspektif kritis terhadap pengetahuan dan pendekatan penelitian yang selama ini digunakan. Dr. Syafiq membagikan pengalamannya menempuh pendidikan dan melakukan penelitian di berbagai lingkungan akademik, termasuk di Inggris dan Brunei Darussalam.

Pengalaman tersebut membawanya pada perhatian terhadap pengetahuan lokal dan pengalaman masyarakat sebagai sumber penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menyoroti perlunya memberi ruang bagi perspektif masyarakat setempat, termasuk pengetahuan tradisional mengenai lingkungan, dalam memahami persoalan kontemporer seperti perubahan iklim.

Perspektif tersebut berkaitan dengan pendekatan decolonizing methodologies, yakni upaya meninjau secara kritis dominasi paradigma pengetahuan tertentu dan membuka ruang bagi cara pandang serta pengalaman masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Bagi mahasiswa doktor, pendekatan ini menjadi pengingat bahwa penelitian perlu mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan pengalaman subjek yang diteliti. Peneliti juga perlu memahami posisi dirinya, asumsi yang dibawanya, serta nilai-nilai yang memengaruhi pilihan metodologis dan interpretasi terhadap data.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa diajak merefleksikan hubungan antara pengalaman hidup, pengalaman profesional, landasan pengetahuan, nilai yang dianut, serta metode yang dipilih untuk menjawab pertanyaan penelitian. Refleksi ini diharapkan membantu mahasiswa membangun argumentasi akademik yang lebih kuat dan menentukan arah penelitian secara lebih terukur.

 

Workhsop PAI2

Diskusi Interaktif untuk Mempertajam Topik Disertasi

Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi, pertanyaan, dan refleksi terhadap rencana penelitian mahasiswa. Peserta diajak mengidentifikasi topik penelitian, menjelaskan alasan pemilihan topik, serta menilai relevansi dan potensi dampaknya terhadap persoalan yang hendak dipecahkan.

Salah satu diskusi mengangkat penelitian pengembangan modul elektronik pendidikan agama Islam yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan inkuiri dalam pembelajaran. Pengalaman peneliti sebagai guru menjadi titik awal untuk mengidentifikasi persoalan pembelajaran, kemudian mengembangkan pendekatan yang memungkinkan peserta didik lebih aktif mengeksplorasi masalah dan merumuskan solusi.

Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman profesional dapat menjadi landasan bagi pengembangan penelitian yang kontekstual. Melalui proses refleksi, identifikasi masalah, pengumpulan data, dan evaluasi, penelitian diharapkan menghasilkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Interaksi ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa penelitian doktoral memerlukan keterkaitan yang jelas antara persoalan penelitian, landasan teoretis, metode yang digunakan, serta kontribusi yang ingin dicapai. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar penyelesaian disertasi, tetapi juga memastikan bahwa hasil penelitiannya memiliki nilai tambah bagi pengembangan ilmu dan praktik pendidikan.

 

Memperkuat Budaya Riset di Lingkungan FITK UIN Jakarta

Penyelenggaraan International Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan memperkuat budaya riset di lingkungan FITK UIN Jakarta. Kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai metodologi penelitian, pengembangan pengetahuan, serta strategi menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan berdampak.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S3 PAI FITK UIN Jakarta mendorong mahasiswa untuk membangun kemandirian akademik, meningkatkan kualitas rancangan disertasi, serta mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di bidang pendidikan.

Pada akhirnya, kualitas penelitian doktoral tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga dari kekuatan kontribusi ilmiah dan manfaat yang dihasilkan. Dengan memperkuat refleksi kritis, relevansi topik, dan orientasi dampak, mahasiswa doktor diharapkan mampu melahirkan penelitian yang memperkaya khazanah keilmuan sekaligus mendorong perbaikan praktik pendidikan di Indonesia. (AM)